Punya hidup struggle adalah privilege

“Life is like a wheel. Sooner or later, it always come around to where you started again.”

Stephen King

Dalam hidup kadang kita berada di atas dan kadang berada di bawah. Saat berada di bawah rasanya semua menjadi sulit, seolah olah kita kehilangan semuanya. Kekuatan, kesabaran, kegigihan, kesehatan.  Dan dimasa sulit, lumrah sekali rasanya kita memiliki kelemahan. Merasa hal itu sangat mengganggu, sangat merugikan. Contohnya di tengah kegiatan, migrain selalu menyerang dan tiap kali datang menyusahkan orang-orang di sekitarku. Kata “penyakitan” rasanya berkali-kali berdengung di telingaku. Mempunyai kelemahan sangat menyedihkan bukan?

Tapi kata orang, dengan kelemahan ini aku jadi punya tempat spesial. Ya, aku tidak diijinkan melakukan pekerjaan berat. Mereka iri aku berdiam diri saat mereka semua bersusah payah. Itu kan privilege?

Kasusnya sama dengan orang yang ngaku mental illness untuk membenarkan perilaku tidak benarnya kepada orang lain. 

Sama halnya dengan kemiskinan.

Kemiskinan adalah keadaan saat ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. (Sumber : Wikipedia)

Ketidakmampuan adalah kelemahan bukan?

Apalagi di masa pandemi sekarang ini, banyak masyarakat yang ekonominya terdampak oleh pandemi Covid-19. Bisa bayangkan bagaimana nasib pendapatan ibu kantin pasca ditutupnya sekolah selama pandemi covid 19? Ribuan bahkan lebih pekerja yang di-PHK karena pemangkasan pengeluaran perusahaan.

Di tengah gonjang-ganjing krisis ekonomi ini pemerintah bertindak cepat untuk mengajukan bantuan kepada masyarakat yang ekonominya terdampak oleh pandemi ini. Mulai dari bantuan sembako, uang, dan bahkan beberapa instansi pendidikan juga meringankan beban biayanya. Udara segar bagi masyarakat yang kesulitan bukan?

Eitsss…. Tunggu, tidak semudah itu ferguso.

Q = Bagaimana ya cara agar bantuan itu diterima tepat sesuai sasaran?

A = Kan sekarang sudah ada program pemerintah untuk masyarakat yang kurang mampu, contohnya SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu). Jadi yang punya SKTM diprioritaskan.

Q = Bagaimana menilai orang yang tepat untuk mendapatkan SKTM? Dan bagaimana definisi kemiskinan/tidak mampu?

Tentu hal itu akan jadi daftar panjang bukan?? Tapi kalau kamu kepo nih, bisa cek disini untuk syarat mendapat SKTM dan definisi kemiskinan.

Banyak sekali aku menemukan orang dengan rumah dan finansial yang bisa dikatakan berkecukupan bahkan masih bisa nih nongki-nongki di café, beli baju di mall, dan makan di Hoka-hoka bento. Tapi orang ini memiliki SKTM. Kenapa ya?

Hal pertama yang terpikir di kepalaku yaitu, mungkin orang ini bikin SKTM saat hidupnya susah. Dan kebetulan sekarang sudah mapan karena ekonomi kan bisa naik dan turun, tidak melulu stagnan. Tapi, kalau kamu pikir-pikir lagi nih. Orang yang hidupnya sudah berkecukupan apakah boleh ya tetap menggunakan SKTM-nya?

Sifat manusia yang tidak pernah merasa cukup rasanya jadi pembenaran banyaknya kasus dana bantuan yang salah sasaran. Ada badan yang lagi bagi-bagi sembako, ikut. Ada yang memberi potongan harga untuk pendidikan, ikut.

Q = Kenapa sih kamu ndaftar bantuan juga? Padahal kan kamu masih mampu.

A = Daftar aja sih, nanti kalo dapet kan lumayan. Bisa mengurangi beban.

Hey bambang, bantuan tujuannya untuk orang yang kesulitan ya. Bukan untuk iseng-iseng berhadiah. Jangan samakan bantuan sama giveaway. Kalau hidupmu sudah merasa berkecukupan, pikirkan orang lain yang kurang mampu yang mungkin lebih butuh bantuan itu dibanding kamu. Biasakan melihat kebawah.

Punya hidup struggle kadang juga patut dibangga-banggakan ketika seseorang sudah sukses. Misalnya : “Dulu tuh aku makan mi instan setiap hari saking gaada duitnya.” Lebih wow kan? Orang yang dulu makan mi instan setiap hari akan lebih diberi respect ketika sukses daripada orang yang dari kecil sudah sultan.

Secara tidak langsung, ketidakmampuan ini kan jadi privilege buat dapat uang lebih (bagi orang yang tidak bertanggung jawab). Yaah kalau dipikir-pikir siapa sih yang nggak mau diskon? Mungkin anggapan oknum ini, mengaku miskin mungkin bisa mendapat diskon untuk keperluan hidupnya. Sayangnya Kopi janji jiwa belum bisa nih kasi diskon bagi pemilik SKTM supaya bisa terlihat edgy dengan harga terjangkau, hehe bercanda.

Membantu orang lain tidak harus kaya, tidak harus punya uang lebih. Kalau kamu nggak punya apapun untuk diberikan ke orang lain, kamu tetap bisa membantu kok. Cukup sisihkan tempat bagi orang yang benar-benar membutuhkan supaya mereka hidupnya lebih terbantu dan hidup berdampingan dengan kita.

0 Comments